Essay LPDP: Kontribusi untuk Indonesia

Berikut ini contoh essay LPDP saya yang saya gunakan untuk mendaftar beasiswa LPDP tahun 2021. Untuk contoh essay kelebihan dan kekurangan diri, bisa dilihat di postingan ini.

Komitmen kembali ke Indonesia dan rencana kontribusi di Indonesia pasca studi

Sejak SD, ayah pernah mengatakan pada saya, “kalau kamu pintar, maka kamu nanti bisa jadi dosen”. Begitupun dengan ibu saya, yang pernah mengatakan pada saya bahwa “kalau nanti kamu punya profesi, pilih jadi dosen saja agar tidak banyak meninggalkan anak”. Dukungan orang tua terasa begitu kuat, sampai orang tua mengantar dan menemani saya saat mengikuti seleksi menjadi dosen Telkom University, Bandung, di tahun 2014. Alhamdulillah, kegiatan berbagi ilmu, mengajar, melatih, mementor orang lain juga adalah kegiatan yang telah saya sukai dan tekuni selama hampir 14 tahun. Sehingga, jalur profesi sebagai dosen atau pendidik adalah jalur profesi yang telah lama saya pilih untuk berkontribusi untuk Indonesia.

Walaupun saya sempat berhenti menjadi dosen sejak 2018, namun berusaha berkontribusi melalui kegiatan belajar dan mengajar secara online melalui berbagai situs seperti Superprof dan Preply serta berusaha untuk melanjutkan studi sampai S3 adalah usaha yang terus dilakukan tanpa henti. Kegagalan demi kegagalan telah saya alami: dari mulai digantung aplikasinya oleh profesor dari Singapura, belasan kali gagal mendapatkan nilai Bahasa Inggris yang memadai, puluhan kali ditolak oleh puluhan profesor dari berbagai negara, berkali-kali tidak diterima oleh berbagai beasiswa, sampai hangusnya Letter of Acceptance yang sudah susah payah didapatkan karena ketiadaan beasiswa karena pandemi corona dan universitas tidak bersedia menunda penerimaan mahasiswa.

Terbukanya kembali beasiswa LPDP di tahun 2021 memantik kembali semangat saya untuk terus berusaha menggapai cita. Saya berharap semoga beasiswa ini bisa menjadi anak tangga menuju pintu-pintu kontribusi selanjutnya.

Deskripsikan masalah urgent yang sedang dialami oleh Indonesia ataupun lingkungan sekitar anda dan solusi penyelesaian yang Anda tawarkan.

Adanya gap years antara tahun 2018 sampai tahun 2021 dalam perjalanan saya sebagai dosen karena gagal mendapatkan kesempatan studi lanjut telah sempat membuat saya mulai menyelami dunia start-up digital. Membaca berbagai buku, mendengarkan talk show dengan para founder digital start-up, dan merintis start-up sendiri telah membuka mata saya tentang dunia baru di luar dunia pendidikan. Dunia start-up bukanlah dunia yang berbeda jauh dengan dunia pendidikan, justru sangat berhubungan. Dunia pendidikan seharusnya bisa menyokong dan membantu industri digital Indonesia.

Fakta bahwa berbagai bahan makanan pokok seperti kedelai dan beras yang masih impor saja telah membuat saya sedih dan prihatin atas kondisi Indonesia. Namun, selain itu ada juga fakta lainnya yang membuat hati miris: kualitas dan kuantitas engineer lulusan Indonesia ternyata sangatlah minim sampai-sampai beberapa start-up asal Indonesia terpaksa mencari dan mempekerjakan tenaga engineer dari India dan Singapore. Founder Gojek pernah bercerita bahwa jika dalam aplikasinya ada bug, maka Gojek akan mencari solusinya ke India.

Universitas-universitas di India berhasil mencetak ratusan ribu sarjana teknik setiap tahun. Bagaimana dengan Indonesia? Ternyata universitas dalam negeri mampu mencetak puluhan ribu pasokan sarjana teknik, dan ratusan sarjana teknik yang dianggap cukup berkualitas setiap tahun. Tentunya, jumlah tersebut masih sangat kurang untuk menggerakan industri dan teknologi Indonesia.

Fakta tersebut membuat saya tergerak untuk turut berkontribusi, apalagi bidang studi yang saya ajar dan tekuni juga di bidang electrical engineering yang masih sangat berhubungan dengan berbagai engineering eld lainnya. Namun, nampaknya bentuk kontribusi yang paling tepat untuk saya bukanlah dengan menjadi salah seorang engineer yang berkualitas untuk bekerja di Gojek atau start-up Indonesia lainnya. Saya ingin berperan untuk mencetak lebih banyak engineer atau sarjana teknik yang berkualitas untuk turut memajukan industri, teknologi dan ekonomi berbasis inovasi di Indonesia, melalui jalur pendidikan, insya Allah.

Deskripsikan pentingnya ilmu yang akan anda ambil dan bagaimana ilmu dan Anda dapat berkontribusi dalam penyelesaian masalah yang terjadi.

Bidang studi awal saya adalah Teknik Elektro (Electrical dan Electronic Engineering). Bidang implementasi kecerdasan buatan atau ArtificialIntelligDeskripsikan pentingnya ilmu yang akan anda ambil dan bagaimana ilmu dan Anda dapat berkontribusi dalam penyelesaian masalah yang terjadi. ence pada robotika atau sistem autonomous adalah bidang yang saya pilih untuk studi S3 nanti. Dalam Rencana Induk Riset Nasional tahun 2017 sampai 2045, bidang ini termasuk bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi yang sangat-sangat butuh dikembangkan di Indonesia.

Mengapa? TIK – salah satunya implementasi kecerdasan buatan – di negara industri maju telah ditempatkan sebagai penggerak utama dalam pembangunan perekonomian. Secara substansial, kemampuan dan infrastruktur TIK telah meningkatkan produktivitas sektor pelayanan atau jasa di berbagai aktivitas kegiatan manusia dan program-program pembangunan suatu negara.

Diharapkan, bidang ilmu yang akan saya ambil dapat ikut berkontribusi dalam perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Baik dari segi keilmuan untuk turut membantu membangun platform penunjang industri kreatif dan kontrol, maupun dari segi pendidikan untuk mencetak lebih banyak lagi sarjana teknik yang menguasai kemampuan-kemampuan teknis dan strategis untuk mengaplikasikan kemampuan TIK pada berbagai bidang.

Deskripsikan mimpi Saudara tentang Indonesia masa depan.

Saya dan keluarga termasuk sering menggunakan jasa kereta api untuk keperluan perjalanan luar kota karena harganya yang terjangkau dan akomodasinya yang mudah. Dalam perjalanan di dalam kereta api tersebut, saya sering memandang ke luar jendela dan terlihatlah sawah-sawah membentang luas. Selain itu pula terlihat pula perumahan-perumahan sederhana di sekitar sawah yang nampak berasal dari kalangan menengah ke bawah.

Di saat-saat itulah saya, di setiap kali melihat pemandangan sawah di kereta api merenung. Dengan fasilitas yang telah Allah SWT berikan kepada masyarakat Indonesia berupa sawah ladang yang luas terbentang dan dengan potensi kesuburan yang tinggi sehingga bisa ditanam oleh apapun – banyak pertanyaan berkecamuk dalam pikiran saya. Mengapa Indonesia masih saja mengimpor beras, kedelai, gula, dan bahan-bahan makanan pokok lainnya yang sebenarnya bahan-bahan makanan pokok itu masih bisa ditanam di tanah kita sendiri; mengapa Indonesia begitu tergantung pada negara lain; mengapa begitu sulit untuk menjadi negara yang independen…

Miris dan sedih hati saya. Saya bukanlah lulusan pertanian atau perkebunan, juga bukanlah seorang pengambil kebijakan strategis di bidang tersebut. Hanya saja, saya terus menerus merasa prihatin sambil terus bertanya-tanya, apa akar masalahnya? Apa yang bisa saya lakukan?

Sebenarnya, “ketidakmandirian” ini terjadi bukan hanya di bidang pertanian dan perkebunan saja. Tapi hampir di seluruh bidang. Mungkin peribahasa ini tepat untuk Indonesia: Knowledge and Resources is Power but Character is More. Saya menyadari bahwa karakter-karakter unggul seperti mandiri, berintegritas, jujur, pantang menyerah, berkeinginan maju, kreatif, ikhlas (hanya bergantung kepada Allah), sabar dan mampu menahan diri; adalah karakter-karakter yang seyogyanya dimiliki oleh bangsa ini jika kita ingin menjadi bangsa yang maju.

Perubahan karakter inilah yang saya impikan terjadi di Indonesia, yaitu bangsa Indonesia yang lebih mandiri dan tidak bergantung pada negara lain. Kemandirian yang tidak hanya di mulut saja, tetapi kemandirian yang diwujudkan dengan berhentinya mengimpor bahan-bahan baku dari luar negeri. Kemandirian yang terimplementasi dengan berhentinya menambah utang demi utang luar negeri. Kemandirian yang termanifestasi dalam kemampuan memproduksi infrastruktur dan berbagai device teknologi untuk bangsa kita sendiri. Kemandirian yang terlihat dari berjamurnya start-up di Indonesia yang mempekerjakan tenaga berlimpah dari dalam negeri, bukan dari luar negeri.

Deskripsikan peran apa yang akan Saudara lakukan.

Manusia adalah makhluk yang kecil dan lemah. Sesungguhnya kita tidak mampu melakukan perubahan apapun tanpa pertolongan Allah SWT. Namun pertolongan Allah SWT juga tidak akan datang pada suatu kaum jika kaum tersebut tidak berusaha keras mengubah apa-apa yang ada di dalam dirinya dan apa-apa yang ada di bawah kekuasaan dan kendalinya.

Dengan kelemahan yang kita – sebagai manusia – miliki, menurut saya, kita tidak perlu menunggu mendapatkan peran lain selain peran yang telah kita miliki saat ini untuk melakukan sebuah perubahan. Perubahan sekecil apapun bisa dilakukan dimulai dari sekarang, dimulai dari yang terkecil, terdekat, terdalam – yaitu diri sendiri.

Dengan peran yang saya miliki saat ini, yaitu sebagai ibu dan istri, saya berusaha untuk tidak terlalu bergantung pada orang lain terkait sumber pencaharian. Walaupun suami berkontribusi besar terhadap nafkah keluarga, saya berusaha untuk juga bisa menghasilkan uang sendiri dan memenuhi sebagian kebutuhan sendiri. Untuk anak-anak, biaya pendidikan non-formal ditanggung oleh saya, bukan oleh suami. Selain itu, saya beserta keluarga berusaha untuk tidak bergantung pada utang bank untuk membeli rumah dan mobil walaupun berutang ke bank syariah. Sehingga, tabungan yang kami miliki diputar terus menerus melalui investasi syariah agar tetap mengimbangi kenaikan harga properti. Apakah ada hubungannya? Insya Allah ada. Dengan usaha-usaha kecil seperti itu, saya harap bisa terbangun mental yang mandiri dan independen di dalam diri saya dan keluarga saya.

Setelah itu, peran saya lainnya saat ini adalah sebagai pendidik online. Saya berusaha untuk disiplin dan berintegritas dengan memenuhi kewajiban saya sebagai pendidik semaksimal mungkin. Tepat waktu dan tidak curi waktu, dan bahkan memberi lebih dari yang dibutuhkan. Jika berjanji, maka akan saya catat dan saya berusaha keras memenuhi janji sekecil apapun. Sebagai pendidik, saya juga berusaha jujur untuk mengatakan tidak tahu untuk hal-hal yang memang tidak saya ketahui. Dengan peran sekecil apapun yang saya jalani saat ini, saya harap mental mandiri, jujur, berintegritas dan disiplin terus terjaga dan mengkarakter di dalam diri saya. Dengan mengajar online kepada siswa-siswa luar negeri, saya harap saya bisa ikut berkontribusi untuk terus memperbaiki pandangan orang-orang luar negeri tentang negara saya.

Setelah itu, jika Allah SWT mengizinkan saya untuk mendapatkan beasiswa studi lanjut, maka peran dan kontribusi selanjutnya yang akan saya ambil adalah sebagai pendidik mahasiswa (dosen). Saya akan berusaha membantu mencetak lebih banyak lagi sarjana teknik berkarakter yang menguasai kemampuan-kemampuan teknis dan strategis untuk mengaplikasikan kemampuan TIK – khususnya di bidang electrical engineering – pada berbagai bidang. Dengan lebih banyak sarjana teknik berkarakter yang dihasilkan, diharapkan peran ini akan membantu Indonesia untuk lebih mandiri dalam industri, teknologi dan ekonomi berbasis inovasi.

Lalu, jika Allah SWT mengizinkan saya untuk mendapatkan beasiswa studi lanjut, maka saya juga bercita-cita untuk mendirikan start-up di bidang konsultasi atau aplikasi AI pada robotika dan internet of things di Indonesia. Diharapkan peran ini akan membantu saya untuk tetap keep up dengan perkembangan dan implementasi teknologi saat ini. Diharapkan juga, ilmu yang saya miliki dapat terimplementasi di dalam start-up tersebut sehingga dapat membantu mengembangkan industri teknologi dalam negeri. Ilmu dapat dipraktekkan, kualitas mengajar meningkat, secara langsug maupun tidak langsung juga membantu perkembangan ekonomi berbasis inovasi di Indonesia.

Semoga Allah izinkan. Insya Allah. Aamiin.

Deskripsikan cara Saudara mewujudkan mimpi tersebut.

Yang pertama-tama dilakukan adalah dengan menjaga karakter di dalam diri agar tidak menurun kualitasnya. Tidak mungkin kita membuat perubahan yang baik dan mendasar pada orang lain dan lingkungan jika integritas dari dalam diri tidak kokoh. Saya berusaha keras untukmenjaga diri agar tetap memiliki kualitas mandiri, independen, berintegritas, disiplin, dan jujur apapun yang terjadi. Inilah akar yang harus terusdijaga sebelum berjalan lebih jauh.

Setelah itu, menjaga mentalitas keluarga – sebagai lingkungan terdekat – dengan menerapkan nilai-nilai yang sudah terbentuk dalam diri untuk diterapkan ke dalam keluarga. Saya berusaha mandiri dengan tidak terlalu bergantung pada suami terkait nafkah keluarga, dan tidak bergantung pada utang bank untuk membeli mobil dan rumah. Saya juga berusaha menerapkan disiplin pada keluarga dengan menerapkan jadwal teratur dan tercatat untuk pengaturan domestik, pencatatan keuangan keluarga dan pendidikan anak-anak. Jika diri sendiri dan keluarga – sebagai fondasi terkuat – sudah terbentuk mandiri, disiplin, jujur dan berintegritas, maka kita bisa berlanjut ke peran selanjutnya.

Saat ini, pendidik yang berkarakter dan berkemampuan sangatlah sedikit. Saya bercita-cita menjadi pendidik mahasiswa yang memiliki karakter yang kuat dan kemampuan yang mumpuni. Karakter yang kuat diperoleh dengan memperkuat fondasi diri, sedangkan kemampuan yang mumpuni diperoleh dengan salah satunya melanjutkan studi Ph.D. di salah satu universitas terbaik dunia, yaitu Nanyang Technological University. Selain itu saya pun berusaha terus meng-upgrade diri dengan mengambil kursus-kursus online, misalnya seperti di waktu mengambil kursus mengenai Deep Learning dari Coursera di tahun 2019.

Setelah lulus dari studi Ph.D. dari Nanyang Technological University di Singapura, saya berniat untuk terus melanjutkan profesi dosen yang sempat terputus, sambil membangun start-up sendiri di bidang implementasi AI pada robotika. Untuk memberi pengaruh yang lebih luas dan impactful, tentu saja sibuk dengan profesi saja tidak cukup. Melakukan penelitian dan menulis buku: baik buku di bidang keilmuan maupun buku di bidang motivasi dan self-development adalah hal yang patut dilakukan untuk terus
menyebarkan ide-ide dan gagasan saya. Selain itu, menjadi lebih aktif lagi di blog, youtube dan sosial media juga penting, melanjutkan apa yang sudah dirintis saat ini di Indonesia.

Jika saya tidak kunjung berhasil mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi sampai S3, maka saya akan melanjutkan start-up di bidang investasi syariah (project nancing) yang telah sempat didalami saat ini selama kurang lebih 10 bulan selama pandemi.


Baca Juga: Twists and Turns of Ph.D. Journey (1)

Baca Juga: Twists and Turns of Ph.D. Journey (2)

You may also like...

1 Response

  1. November 25, 2021

    […] Berikut ini contoh essay LPDP saya yang saya gunakan untuk mendaftar beasiswa LPDP tahun 2021. Untuk contoh essay kontribusi, bisa dilihat di postingan ini. […]

Leave a Reply

Your email address will not be published.