Isian LPDP – Kelebihan dan Kekurangan Diri

Berikut ini contoh essay LPDP saya yang saya gunakan untuk mendaftar beasiswa LPDP tahun 2021. Untuk contoh essay kontribusi, bisa dilihat di postingan ini.


KEKUATAN/KELEBIHAN (STRONG POINT) YANG DIMILIKI

Pertama, salah satu kekuatan yang saya miliki adalah kemandirian dan keberanian. Saya memiliki kecenderungan untuk tidak bergantung pada orang lain.

Kedua, saya memiliki kemampuan yang baik di bidang akademis dan mampu mengkombinasikannya dengan seni dan kreativitas..

Sebenarnya kegagalan saya lebih banyak daripada keberhasilan saya. Segala perjuangan tidak pernah menjadi mudah. Oleh karena itu, ada satu sifat lainnya, yaitu sifat gigih dan pantang menyerah.

KELEMAHAN/KEKURANGAN (WEAK POINT) YANG DIMILIKI

Salah satu kelemahan saya yang saat ini masih saya usahakan dengan keras untuk tertutup atau tidak muncul adalah lemahnya saya dalam berkomunikasi interpersonal. Saya punya kecenderungan untuk terlalu jujur dan blak-blakan.

Kelemahan kedua saya adalah saya terlalu terburu-buru dan cenderung ingin cepat dalam melakukan sesuatu. Dalam sehari atau rentang waktu tertentu, terlalu banyak target yang ingin saya capai.

Kelemahan ketiga saya adalah saya terkadang (atau bahkan sering kali) terlalu semangat sehingga terlalu banyak mengambil tanggung jawab sampai kewalahan sendiri. Namun sekarang, saya insya Allah lebih matang dan dewasa dalam melihat sebuah tanggung jawab. Saya saat ini berusaha lebih akurat lagi menilai kemampuan diri dan berani mengatakan tidak.

PENGALAMAN MEMBANGGAKAN

Pengalaman yang paling membanggakan semasa hidup saya adalah ketika saya bersama teman-teman saya membuat produk Thousand Hands Revolution (THR), sebuah game untuk bermain tari saman menggunakan baju elektronik khusus. Kami tidak pernah menyangka bahwa kami menjadi juara Electrical Engineering Award pada tahun 2009 dan menjadi pembicara di acara Kick Andy. Pengalaman ini dianggap pengalaman yang paling membanggakan karena saya merasa produk THR tersebut bermanfaat bukan hanya untuk saya, tapi juga untuk keluarga saya, untuk teman-teman saya, teman-teman satu jurusan saya, juga berkontribusi terhadap terjaganya kebudayaan Indonesia. Di saat itulah saya merasa utuh sebagai manusia, di mana saya merasa saya bisa mencapai visi yang lebih besar dari sekadar untuk diri sendiri, walaupun lingkupnya kecil. Saya dan teman-teman bekerja dengan sangat kompak, solid dan tanpa kon ik. Ide sederhana ternyata mampu mengembangkan budaya Indonesia. Tanpa disangka, produk yang kami buat mampu memberi pengaruh yang besar bagi banyak orang untuk lebih peduli terhadap budaya dan untuk mau berkarya untuk Indonesia. Produk tersebut juga sangat bermanfaat untuk pengembangan proyek-proyek riset selanjutnya dalam
jangka waktu yang panjang. Selain itu, kami sumbangkan pula sebagian hadiah lomba yang kami terima bagi yang lebih membutuhkan.

PENGALAMAN KURANG MEMBANGGAKAN

Salah satu hal yang sangat tidak membanggakan dalam hidup saya, yaitu sewaktu saya mendapatkan IP yang jeblok semasa kuliah. IPK saya terjun bebas dari 3.83 menjadi 2 dikarenakan tidak mampu mengukur kemampuan diri. Selain itu, sebenarnya ada hal yang kurang membanggakan lainnya, yaitu sewaktu saya pertama kali menjadi ibu. Anak pertama saya lahir ketika saya berprofesi menjadi dosen tetap di Telkom University. Waktu itu, saya punya komitman kontrak kerja selama 3 tahun dengan Telkom University sehingga saya harus menjalani long distance marriage (LDM) dengan suami yang bekerja di Tangerang. Saat itu, kondisinya begitu sulit bagi saya secara psikologis. LDM dengan suami, tidak tega meninggalkan anak terlalu lama, dan juga tidak tega menitipkan anak di daycare membuat saya kurang memberikan etos kerja terbaik sebagai dosen. Saya memilih untuk datang ke kampus sewaktu mengajar dan rapat saja karena tidak tega meninggalkan anak setiap hari. Selain itu, saya memilih untuk mengerjakan pekerjaan administrasi di rumah agar bisa lebih banyak membersamai anak. Hal tersebut bisa diterima oleh mayoritas dosen – toh saya tidak meninggalkan tugas-tugas saya – namun tidak bisa diterima oleh Kaprodi saya waktu itu. Kaprodi saya menuntut saya untuk hadir setiap hari, jam 8 sampai jam 5 sore. Akhirnya Kaprodi saya yang berasal dari Batak – yang terkenal berwatak keras – menegur saya secara terang-terangan di depan dosen-dosen yang lain dengan cara yang tidak mengenakkan. Sebagai dosen baru, tentu saya menjadi malu, benar-benar sakit hati bahkan sampai menangis di depan dekan karena ingin resign tapi tidak bisa. Saya ingin resign karena ingin mengikuti suami ke Tangerang, tapi terikat kontrak kerja 3 tahun. Walaupun begitu, saya tetap berusaha melaksanakan tugas dan janji saya sesuai kontrak kerja sampai selesai. Pengalaman mengajar di Telkom University memberi pelajaran berharga bagi saya. Setelah itu, saya mencari pengasuh yang bisa saya percaya agar saya tenang ketika meninggalkan anak sementara, dan lebih memperbaiki etos kerja saya di wadah- wadah kontribusi lainnya.

HAL TERAKHIR YANG DIAJARKAN PADA DIRI SENDIRI

Hal terakhir yang saya ajarkan pada diri saya sendiri adalah kemampuan memaafkan orang lain. Tidak dipungkiri, pasti ada saja teman atau kolega yang menyakiti dan menyinggung hati kita. Terkadang saya menanggapinya terlalu serius dan terlalu diambil ke hati. Jika saya sudah sakit hati, maka saya cenderung memikirkannya terus dan tidak produktif. Hal ini menurunkan kinerja dan produktivitas. Oleh karena itu, belakangan ini saya berusaha mengajarkan diri agar lebih mudah lagi memaafkan orang lain. Jika diri ini mudah memaafkan, maka jiwa terasa lapang dan bersih dari pikiran negatif. Sehingga, diri akan lebih mudah untuk menjadi produktif dan berprestasi. Selain itu, karya-karya juga terasa lebih bermakna, apa yang dilakukan terasa lebih impactful.

KESALAHAN YANG PERNAH DILAKUKAN SELAMA BELAJAR/BEKERJA

Saya terkadang (atau bahkan sering kali) terlalu semangat sehingga terlalu banyak mengambil tanggung jawab sampai kewalahan sendiri. Hal ini terlihat saat waktu S1, saya mengikuti banyak lomba demi lomba, mengikuti bahkan sampai 5 unit mahasiswa, dan berani mengambil 24 SKS dalam satu semester. Bagaimana hasilnya? Ternyata waktu itu saya tidak mampu mengatur waktu dengan baik sehingga IP saya malah menjadi terjun bebas sampai mendapat IP 2 dan harus mengulang beberapa mata kuliah. Hal ini juga menyebabkan saya menjadi orang yang kurang bertanggung jawab terhadap amanah sebagai mahasiswa dan amanah di beberapa organisasi saat itu. Waktu itu, saya menganggap amanah adalah prestasi – semakin banyak amanah, semakin prestati ah seseorang. Namun sekarang, saya insya Allah lebih matang dan dewasa dalam melihat sebuah tanggung jawab. Saya saat ini berusaha lebih akurat lagi menilai kemampuan diri dan berani mengatakan tidak. Walaupun keinginan untuk mendapatkan amanah dan jabatan terkadang muncul, saya berusaha mengingat prioritas utama dalam hidup saya agar tidak lagi mengulang kesalahan yang sama di masa lalu. Oleh karena itu, belakangan ini saya berusaha mengajarkan diri agar lebih mudah lagi memaafkan orang lain. Jika diri ini mudah memaafkan, maka jiwa terasa lapang dan bersih dari pikiran negatif. Sehingga, diri akan lebih mudah
untuk menjadi produktif dan berprestasi. Selain itu, karya-karya juga terasa lebih bermakna, apa yang dilakukan terasa lebih impactful.

TUGAS DI LUAR RUANG LINGKUP YANG SEHARUSNYA

Pernah. Sewaktu saya mendapatkan amanah sebagai ketua divisi 6 OSIS SMAN 3 Bandung, yaitu bidang keprofesian dan kewirausahaan. Saya mencetuskan acara pameran atau pengenalan jurusan untuk siswa SMAN 3 Bandung dengan format expo atau pameran. Di acara tersebut, alumni-alumni SMAN 3 Bandung dari berbagai jurusan diberikan waktu dan tempat untuk mengenalkan jurusan dan universitasnya. Acaranya seperti expo yang bertujuan mengenalkan jurusan dan keprofesian di universitas. Acara ini benar-benar out of the box, tidak diprogramkan di progam kerja OSIS sebelumnya. Sehingga bisa dikatakan bahwa acara ini sebenarnya adalah tugas tambahan atau tugas bonus di luar program kerja OSIS yang sudah ditentukan. Namun ternyata acara ini mendapatkan dukungan dari ketua OSIS sampai kepala sekolah. Seluruh rangkaian acara, dari mulai perencanaan kegiatan, pembuatan proposal, perolehan dana dari sekolah, sampai keberjalanan acara alhamdulillah berjalan lancar. Waktu itu, acara pengenalan jurusan menjadi acara pertama yang diselenggarakan di SMAN 3 Bandung. Sampai beberapa tahun
kemudian, ternyata acara ini menjadi program tahunan bahkan program unggulan OSIS SMAN 3 Bandung.

PEMBEDA DARI PESERTA LAINNYA

Satu hal yang membedakan saya dengan peserta lainnya adalah iron will. Saya memiliki keinginan yang kuat, gigih dan pantang menyerah sampai mendapatkan apa yang diinginkan.


Baca Juga: Twists and Turns of Ph.D. Journey (1)

Baca Juga: Twists and Turns of Ph.D. Journey (2)

You may also like...

1 Response

  1. November 25, 2021

    […] Berikut ini contoh essay LPDP saya yang saya gunakan untuk mendaftar beasiswa LPDP tahun 2021. Untuk contoh essay kelebihan dan kekurangan diri, bisa dilihat di postingan ini. […]

Leave a Reply

Your email address will not be published.