Kunci-Kunci Delegasi

Sejak tahun 2010an, mulai belajar yang namanya ‘delegasi’ atau ‘kaderisasi’, sejak aktif di dunia dakwah dan kemahasiswaan.

Dalam banyak pekerjaan, ternyata hal ini penting sekali bagi kita untuk maju dan berkembang. Termasuk setelah menjadi ibu dan mempekerjakan ART, delegasi ini juga menjadi hal penting. Selama 10 tahun, aku belajar:

  • Jika mendelegasikan sebuah tugas itu menghasilkan hal yang lebih baik, maka delegasikan.
  • Jika mendelegasikan sebuah tugas itu malah menghasilkan penurunan, maka hentikan pendelegasian.
  • “Lebih baik lakukan sendiri” atau “lebih baik delegasikan” tidak berlaku untuk semua kasus, tergantung.
  • Tidak semua pekerjaan dapat dengan mudah ditransfer atau didelegasikan ke orang lain karena jiwa dan style setiap orang berbeda-beda.
  • Tidak ada yang bisa menyamai kualitas dirimu. Kualitas orang lain bisa lebih baik di satu sisi dan lebih buruk di sisi yang lain. Delegasikan suatu tugas yang yang kamu kurang bagus di sisi itu.
  • Untuk hal-hal yang rutin, memang mudah didelegasikan. Untuk hal-hal yang membutuhkan ilmu dan kreativitas, tidak mudah didelegasikan.
  • “Membantu” berbeda dengan “mengambil alih”.

Itulah mengapa belajar langsung dari ulama dengan belajar dari ‘murid yang belajar dari ulama’ akan sangat berbeda; karena ilmu, akhlak, dan cara penyampaian itu tidak semudah itu dicopy dan ditransfer dari guru ke murid. Jika bisa belajar langsung ke ulama, langsung ke ulama aja.

Contohnya, Abu Bakar tidak bisa mengcopy karakter dan kepribadian Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam walau sudah tinggal dan berjuang selama puluhan tahun bersama. Belajar langsung dari Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam tentu akan berbeda dengan belajar langsung ke Abu Bakar, dan akan lebih berbeda lagi saat belajar ke penerus-penerus beliau Shalallahu alaihi wassalam.

Itulah mengapa dalam merintis sesuatu, tidak mudah mengatakan “teknis gampang, tinggal gaji aja orang yang bisa begitu”. Kalau punya banyak uang mungkin memang gampang sih. Kalau uang minim, maka mencari orang yang mau berkorban dalam membangun dan merintis dengan hasil yang berkualitas itu tidak mudah. Sifat ‘mau berkorban’ tidak bisa didelegasikan. “Ide” dan “Idealisme” juga tidak mudah didelegasikan.

Punya pendapat lain?

Wallahu a’lam

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.