Petunjuk dalam Bentuk Apapun

Meminta hidayah dan taufik dalam bentuk apapun.

Beberapa hari lalu, membaca IG story teman yang mengutip perkataan ulama, “Ada seseorang yang mendapat hidayah dalam berhijab, namun tidak mendapatkan hidayah dalam menjaga lisan dari membicarakan aib orang lain”.

Sejenak saya berpikir, benarlah apa yang dikatakan ulama tersebut.

Ada seseorang yang mendapat banyak hidayah atau ilmu dalam hal fiqih, namun tidak memiliki ilmu mengenai bagaimana menahan lisan dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan hal-hal yang mengandung dosa.

Ada seseorang yang mendapat banyak ilmu dalam ilmu alat agama islam, namun tidak memiliki ilmu mengenai bagaimana bersikap adil dan tidak sibuk menilai dan membeda-bedakan orang lain.

Ada seseorang yang mendapat ilmu mengenai meluruskan niat dan menghindari diri dari riya’, tapi tidak memiliki ilmu tentang silaturahim.

Ada seseorang yang mendapat dimudahkan berbuat jujur, namun tidak dimudahkan dalam menepati janji.

Ada seseorang yang dimudahkan dalam menjauhi riba, tapi tidak dimudahkan dalam menghindari ujub.

Ada seseorang yang dimudahkan dalam silaturahim dan menjaga lisan dari menyakiti orang lain, tapi tidak dimudahkan dalam berda’wah dan menghindari diri dari hal sia-sia.

Setiap manusia memiliki amalan batin dan amalan lahir unggulan, oleh karena itu tidak pantas menilai seseorang dari sebagian amalnya saja, apalagi dari perkataan orang lain terhadapnya.

Kenapa begitu sibuk manusia mengkorek-korek pribadi orang lain hanya untuk dimaki-maki habis-habisan? Kenapa begitu mudah merasa ‘cukup’ atas diri sendiri, sementara masih banyak celah-celah yang bisa diperbaiki?

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.