Tidak Perlu Tinggi untuk Menjadi Teduh dan Rindang

Ini tulisan lama saya di tahun 2018 yang teronggok di laptop..

Dengan berkembangnya berbagai platform sosial media, banyak orang yang berbagi tentang dirinya, kesehariannya dan keluarganya. Juga ada yang berbagi tips-tips lifehack yang saya rasakan banyak manfaatnya untuk saya. Contohnya, ketika saya mulai hijrah dari Windows 10 ke Windows 7 dan juga hijrah dari Windows ke Linux yang awalnya terasa sangat repot dan berkali-kali reinstall. Namun ketika menemukan sumber informasi yang reliable, proses itu jadi lebih mudah. Contoh selanjutnya ketika akan melanjutkan kuliah dan mencari kerja di luar negeri, saya merasakan banyak sekali manfaat yang saya dapatkan dari tips-tips yang diberikan oleh orang-orang yang menceritakannya, baik lewat youtube atau blog.

Sebenarnya masih banyak orang di luar sana yang sebenarnya jauh lebih berpengalaman, lebih produktif, berkarya lebih banyak dari pada para influencer. Namun mereka yang hebat itu belum berbagi kepada orang lain bagaimana tips-tips agar kita bisa seperti mereka. Misalnya ada seseorang muslimah yang berhasil menulis banyak karya ilmiah pasca memiliki anak, tapi beliau tidak membagi bagaimana cara mengatur kesehariannya sebagai ibu dan istri juga. Di sisi lain, ada seseorang yang baru menulis satu buku dan keseharian beliau menjadi viral karena beliau sering menceritakan kehidupan sehari-harinya. Dengan kata lain, dengan lebih banyak berbagi, lebih banyak manfaat yang diberikan untuk orang lain. Tidak harus hebat untuk mulai berbagi.

Jadi saya pikir, lebih baik saya menulis untuk menceritakan dan berbagi banyak hal, supaya banyak orang mendapatkan hikmah dan manfaatnya. Jika saya menceritakan kegagalan, orang lain dapat belajar untuk tidak mengalami kegagalan yang sama. Jika saya menceritakan keberhasilan, lebih baik diceritakan juga agak orang lain dapat mengikuti langkah-langkah yang mirip dan bisa sukses bahkan bisa lebih sukses lagi. Jika saya menulis fiksi, maka saya menceritakan sebagian fakta kisah hidup saya atau kisah hidup orang lain dengan tujuan yang sama, supaya banyak orang mendapatkan hikmah dan manfaatnya. Rasanya ada dorongan yang kuat aja untuk bercerita ke orang lain melalui platform blogging.

Pertanyaan yang sering menggangu pikiran saya, “Kalau salah niat bagaimana? Bagaimana kalau ternyata keinginan itu didorong rasa ingin terkenal, ingin populer, riya di hadapan banyak orang?” membuat saya takut salah niat, menghakimi niat diri dan niat orang lain, serta malah tidak melakukan apapun bertahun-tahun. Maka, jawaban saya untuk pertanyaan tersebut adalah, jangan berhenti beramal karena takut salah niat. Lebih baik terus beramal sembari terus meluruskan niat bahwa kita beramal bukan untuk dilihat orang lain. Berhenti menghakimi niat diri dan orang lain. Beramal dulu aja. Bismillah

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.