Mau Shaum Syawal? Ada Tipsnya Lho..

Telah banyak yang membahas keutamaan mengikuti shaum ramadhan dengan shaum 6 hari di bulan Syawal, namun tidak semua orang mau dan mampu melaksanakannya. Terutama yang paling sulit menurut pengamatan dan pengalaman penulis, adalah bagi wanita. Wanita normal memiliki haid, dan jika telah menikah dan memiliki anak, maka akan mengalami yang namanya hamil, melahirkan dan menyusui. Hal-hal tersebut membuat ibadah yang dapat dengan mudah dilakukan oleh kaum laki-laki menjadi sangat tricky untuk mampu dilakukan oleh wanita. Artikel ini membahas tips dan trik bagaimana agar mampu melakukan shaum 6 hari di bulan Syawal.

1. Strong Determination. Memahami keutamaan shaum 6 hari di bulan Syawal dan menjadikannya tekad dan motivasi terkuat.

Manusia sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah, perlu memahami bahwa dia berasal dari Allah, hidup di dunia untuk beribadah kepada Allah, dan setelah mati akan kembali kepada Allah. Oleh karena itu, manusia perlulah mengenal Allah dan merenungi tujuan hidupnya. Jika pertanyaan-pertanyaan fundamental ini sudah tuntas terjawab, maka akan dengan mudah termotivasi oleh seruan dari Al Quran dan Sunnah.

Rasulullah bersabda, “Siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian diiringi dengan shaum enam hari di bulan Syawal, maka yang demikian itu seolah-olah shaum sepanjang masa.”1

Terdapat hadits lain yang mirip, sebagai berikut:

Rasululah bersabda, “Barangsiapa yang melakukan shaum di Bulan Ramadhan kemudian ia ikutkan dengan shaum enam hari pada Bulan Syawal, maka seolah-olah ia shaum satu tahun”.2

Nah, shaum 6 hari sama dengan shaum satu tahun atau bahkan selamanya lho! Gimana? Jadi semangat kan? Mudah-mudahan ya! Setelah memahami keutamaan tersebut, bertekadlah untuk melaksanakannya! Perlu tekad dan determinasi yang kuat, karena ini tidaklah mudah.

فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ

“Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah” (QS Ali Imran 3:159)

2. Spare days of shaum. Tentukan hari-hari cadangan di mana di saat tersebut lebih baik tidak shaum.

Setelah bulan Ramadhan, biasanya orang Indonesia akan disibukkan dengan lebaran, mudik ke kampung halaman, kunjung-kunjung ke rumah keluarga besar untuk bersilaturahim. Shaum di waktu-waktu lebaran tersebut akan menimbulkan madhorot yang besar karena kebanyakan orang tidak memahaminya. Lebih baik, waktu lebaran tidak perlu shaum untuk menghormati berbagai hidangan yang disediakan oleh kerabat kita. Bahkan ganjaran untuk menghargai orangtua, menghargai sesama muslim, dan menyambung silaturahim; bisa jadi jauh lebih besar dari ganjaran shaum syawal jika kita memaksakannnya dilakukan di masa lebaran. Nah tanpa perencanaan yang matang, waktu untuk shaum seakan tidak akan cukup dilakukan di bulan Syawal.

Kondisi keluarga dan aktivitas juga perlu diperhatikan. Jika memiliki orangtua atau suami yang sangat was-was dengan kondisi kesehatan kita jika kita shaum, maka jangan shaum di waktu-waktu ketika yang memang tidak diiijinkan oleh mereka atau ketika banyak berinteraksi dengan mereka. Jika ada hari-hari di mana melakukan safar atau aktivitas yang sangat padat dan melelahkan, ya jangan shaum di hari-hari tersebut. Atau di saat weekend kita ingin makan siang di luar dengan keluarga kecil kita, hari-hari untuk keluarga juga perlu diperhatikan.

3. Put your obligation first. Dahulukan kewajiban.

Penulis meyakini bahwa lebih baik untuk membayar hutang shaum terlebih dahulu sebelum shaum syawal.

وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah 2: 185)

Dalil wanita haidh dan nifas adalah hadits dari ‘Aisyah, beliau mengatakan,

Kami dahulu mengalami haidh. Kami diperintahkan untuk mengqodho puasa dan kami tidak diperintahkan untuk mengqodho’ shalat.3

Bagi wanita haid, kebanyakan waktu haid itu berkisar 6-7 hari, bisa juga lebih.

4. Plan ahead. Perencanaan yang matang.

Setelah mengetahui beberapa hari yang perlu disisihkan di poin 2 dan 3 tadi, selanjutnya kita rumuskan beberapa jadwal di bulan Syawal sebagai berikut:

Bagi laki-laki muslim, maka yang perlu diperhitungkan:

  • Jadwal lebaran, lebih baik tidak shaum (sekitar 6-7 hari)
  • Kondisi keluarga dan aktivitas (misal, 6 hari weekend)
  • Jadwal shaum syawal (6 hari)
  • Spare days, hari cadangan (10-12 hari), wah banyak ya, hehe..
  • Jumlah hari di bulan Syawal pada tahun itu

Bagi perempuan muslim, maka yang perlu diperhitungkan:

  • Jadwal lebaran (6-7 hari)
  • Jadwal qodho shaum Ramadhan (6-7 hari)
  • Jadwal haid di bulan syawal (6-7 hari)
  • Jadwal shaum syawal (6 hari)
  • Spare days, hari cadangan (2-6 hari)
  • Jumlah hari di bulan Syawal pada tahun itu

Setelah itu, rencanakan dan tulis di kalender. Penulis hanya mengilustrasikan jadwal untuk perempuan, karena mereka punya jadwal lebih ketat dari laki-laki. Berikut ini jadwal paling ketat dengan hanya 2 hari cadangan saja:

Plan Shaum

Nah untuk mengetahui apakah bulan Syawal saat itu 29 atau 30 hari, tentunya akan sangat sulit jika mengandalkan rukyat yang hanya dapat diketahui sekitar 12 jam sebelum hari pertama di bulan baru. Bisa gagal perencanaan kita karena kita tidak bisa merukyat jauh-jauh hari sebelumnya. Oleh karena itu penulis merekomendasikan mempelajari cara hisab hakiki di sini (nanti ya). Mudah kok, bisa dengan aplikasi android di handphonemu.

5. Self-discipline and well-preparation. Laksanakan dengan kedisiplinan dan penuh persiapan.

Bagi perempuan hamil dan menyusui, berdasarkan pengalaman penulis, masih memungkinkan untuk melaksanakan jadwal di atas tanpa drop, namun ada hal-hal yang perlu dipersiapkan sebagai berikut:

Nutrisi saat sahur untuk mencegah drop. Berdasarkan pengalaman penulis, agar kuat shaum, maka ibu hamil dan/atau menyusui membutuhkan suplemen berikut:

  • Kurma minimal 5 buah
  • Suplemen zat besi untuk menambah darah
  • 1/3 tablet Imboost untuk menambah daya tahan tubuh
  • Suplemen pelancar asi
  • Susu agar tidak kekurangan kalsium dan berbagai mineral lainnya
  • Karbohidrat kompleks, minimal nasi, agar tidak cepat lapar. Jangan hanya makan mie atau tepung-tepungan untuk sumber karbohidrat saat sahur.
  • Sayur agak banyak, agar (katanya) dapat menyimpan air lebih lama di dalam tubuh. Namun penulis belum cek kebenarannya secara ilmiah.

Sedangkan untuk wanita menyusui, maka jadwal menyusui perlu diperhatikan. Berdasarkan pengalaman, walaupun shaum, insya Allah masih bisa menyusui sebanyak 2 kali dari kedua payudara; yaitu pagi dan siang dengan aktivitas hanya di rumah. Insya Allah kuat menyusui anak baik berumur 3 bulan atau 1 tahun. Jika menyusui lebih dari 2 kali atau ada aktivitas di luar rumah, sepertinya akan lemas sekali dan hampir tidak akan kuat, hehehe….

Menyusui itu lebih berat daripada hamil besar. Jika dalam keadaan menyusui saja bisa, insya Allah dalam kondisi hamil juga bisa, bahkan hamil besar. Dengan syarat, menjaga aktivitas jangan terlalu berat. Oleh karena itu, jangan terburu-buru pesimis dengan bayar fidyah ya. Insya Allah baik dalam kondisi hamil besar, menyusui bayi asi eksklusif atau menyusui bayi di bawah 1 tahun, dengan aktivitas minim, insya Allah masih bisa shaum. Penulis pernah membuktikannya.

Nah demikianlah tips dan trik untuk bisa shaum syawal. Memang banyak membahas kondisi-kondisi yang dialami oleh kaum perempuan, karena kaum perempuan paling banyak challengesnya. Walaupun demikian, Insya Allah, muslimah pun mampu melakukannya. Semangat ya!

Referensi:

1 Hadits Riwayat Muslim no. 1984 (atau no. 1164 versi Syarh Shahih Muslim), derajat Shahih, diakses melalui aplikasi android Ensiklopedi Hadits

2 Hadits riwayat Abu Daud no. 2078 (shahih), Tirmidzi no. 690 (hasan), Ibnu Majah no. 1706 (hasan shahih), diakses melalui aplikasi android Ensiklopedi Hadits

3 Hadits riwayat Muslim no. 508 (Atau no. 335 versi Syarh Shahih Muslim), diakses melalui aplikasi android Ensiklopedi Hadits

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.