Topik di Kelas Judul yang Paling Berkesan

Selasa malam lalu adalah materi terakhir kelas basic Revowriter. Materi yang dibahas adalah mengenai seluk beluk judul, yaitu sepuluh jurus mencetak judul yang nyundul ala Revowriter.

Ada satu jurus yang menurut saya itu ‘gue banget’, yaitu judul yang baik adalah judul yang netral. Jurus ini sesuai banget dengan pemikiran saya belakangan ini. Selama ini, saya merasa greget banget melihat banyak artikel-artikel da’wah yang terlalu memihak, mencela atau memaki pihak tertentu. Misalnya, saat ada kasus disertasi yang membolehkan zina, terdapat artikel da’wah yang berjudul “disertasi sampah”. Atau, kita tahu pemerintah memang zalim, lalu kita temukan banyak artikel berjudul seperti “kezaliman pemerintah”. Walaupun memang isi artikel tersebut mengandung kebenaran, tapi coba bayangkan, betapa panasnya orang membaca judul artikel seperti itu? Katanya da’wah, tapi kok gemar memaki-maki.

Padahal, coba kita renungkan mengenai adab berda’wah yang terdapat dalam al Qur’an seperti dalam ayat berikut ini:

QS 6:108, “Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan..”.

QS 3:159, “Maka berkat rahmat Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri sekitarmu.”

QS 6: 125 “Berda’wahlah kepada Jalan Rabbmu dengan hikmah (bijak), dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik

HR Ibnu Majah 3679, Shahih. “Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan mencintai kelembutan dalam segala perkara.”

Dapat juga kita renungkan kisah Musa ketika harus menyampaikan kebenaran kepada Fir’aun. Bukankah Fir’aun itu manusia yang otoriter sekali? Merasa berkuasa setara Tuhan karena mendapatkan kekuasaan di dunia begitu besar. Apakah Musa diperintahkan untuk mencela Fir’aun? Misal “Wahai Fir’aun, dasar zalim kamu”. Namun, dapat kita lihat ternyata Allah memerintahkan berbeda: “Berkatalah kepadanya dengan lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut” (QS 20:44)

Inilah salah satu seni yang harus kita kuasai, yaitu bagaimanapun marahnya kita dan bagaimanapun jahatnya orang yang kita hadapi, kita harus tetap berkata baik dengan emosi yang stabil. “Netral” di sini bukan berarti tidak punya prinsip sama sekali, namun bagaimana caranya agar dalam artikel yang kita buat, kita tunjukkan saja bagaimana kebenaran atau solusi yang kita tawarkan tanpa harus menyalahkan atau memaki pihak lainnya.

Dengan memperhatikan adab-adab da’wah serta mencontoh bagaimana cara pribadi Rasulullah saw menyampaikan kebenaran, semoga Allah memberikan pertolonganNya kepada da’wah yang kita lakukan. Aamiin.

#PR7kelasjudul
#Revowriter19
#Kelasmenulisonline

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.